Prosedur
penentuan apakah dua buah populasi memiliki rata-rata yang sama atau tidak
telah dibahas didalam pembahasan tentang hipotesis uji-t. Tetapi, sering
terjadi bahwa masalah-masalah manajemen yang timbul adalah lebih dari dua
populasi, sedangkan pembuat keputusan ingin mengetahui apakah rata-rata dari
populasi-populasi itu sama atau tidak. Dalam menganalisis data seperti itu
(lebih dari 2 populasi) tidak dianjurkan menggunakan uji-t lagi karena terdapat
beberapa kelemahan, seperti kita harus melakukan uji-t berulang-ulang sehingga
dapat meningkatkan nilai α (taraf signifikasi), artinya akan meningkatkan
peluang mendapatkan hasil yang keliru.
Permasalahan-permasalahan
ini tentunya dapat dipecahkan, yaitu dengan menggunakan sebuah teknik penting
yang dikenal sebagai Analysis of variance atau yang sering disingkat Anova.
Anova adalah uji yang dapat digunakan untuk menganalisis perbedaan lebih dari 2
populasi kelompok yang independent.
Teknik
Anova ini dikembangkan oleh Ronald A. Fisher, dengan memanfaatkan distribusi F.
Teknik ini sering dipakai untuk penelitian terutama pada rancangan penelitian
yang memiliki implikasi pengambilan keputusan untuk menggunakan teknologi baru,
prosedur-prosedur baru, ataupun kebijakan-kebijakan baru. Teknik Anova berasal
dari penelitian pertanian (agricultural research). Tetapi di tahun-tahun
terakhir ini telah dikembangkan sebagai alat yang ampuh didalam menganalisis
masalah-masalah ilmiah lainnya seperti dalam masalah-masalah bisnis dan
ekonomi.
Analisis varians (analysis of
variance, ANOVA) adalah suatu metode analisis statistika
yang termasuk ke dalam cabang statistika inferensi. Dalam literatur
Indonesia metode ini dikenal dengan berbagai nama lain, seperti analisis
ragam, sidik ragam, dan analisis variansi. Ia merupakan pengembangan
dari masalah Behrens-Fisher, sehingga uji-F juga dipakai dalam
pengambilan keputusan. Analisis varians pertama kali diperkenalkan
oleh Sir Ronald Fisher, bapak statistika modern. Dalam praktik, analisis
varians dapat merupakan uji hipotesis (lebih sering dipakai)
maupunpendugaan (estimation, khususnya di bidang genetika terapan).
Secara umum, analisis varians
menguji dua varians (atau ragam) berdasarkan hipotesis nol bahwa
kedua varians itu sama. Varians pertama adalah varians antarcontoh (among
samples) dan varians kedua adalah varians di dalam masing-masing contoh (within
samples). Dengan ide semacam ini, analisis varians dengan dua contoh akan
memberikan hasil yang sama dengan uji-t untuk dua rerata (mean).
Uji
hipotesa adalah prosedur yang memungkinkan untuk menentukan apakah menerima
atau menolak hipotesa. Apabila kita menolak sebuah hipotesa, padahal seharusnya
kita menerima hipotesa tersebut,maka dikatakan telah terjadi kesalahan jenis I,
dan jika menerima sebuah hipotesa padahal seharusnya ditolak, dikatakan bahwa
telah terjadi kesalahan jenis II . Dengan mempelajari uji hipotesis mahasiswa
diharapkan bisa melakukan atau mengambil keputusan yang tepat. Karena pada
dasarnya uji hipotesis merupakan suatu proposisi atau anggapan yang mungkin
benar dan sering digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan. Pembuatan
keputusan ini didasari dengan hasil uji terlebih dahulu mengunakan data hasil
observasi. Ada pun manfaat dari uji hipotesis yaitu untuk membantu pengambil
keputusan dalam mengambil keputusan sehingga menghasilkan ketelitian dan
ketepatan dalam keputusanya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.DEFINISI
HIPOTESIS
Hipotesis
pada dasarnya merupakan suatu proporsi atau anggapan yang mungkin benar, dan
sering digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan atau pemecahan persoalan
ataupun untuk dasar penelitian lebih lanjut ( Supranto, 1988 ). Istilah
hipotesis berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata huIpo dan thesis. Hupo
artinya sementara, atau kurang kebenarannya atau masih lemah kebenarannya.
Sedangkan thesis artinya pernyataan atau teori. Karena hipotesis adalah
pernyataan sementara yang masih lemah kebenarannya, maka perlu diuji
kebenarannya, sehingga istilah hipotesis ialah pernyataan sementara yang perlu
diuji kebenarannya. Untuk menguji kebenaran sebuah hipotesis digunakan
pengujian yang disebut pengujian hipotesis dan pengetesan hipotesis ( testing
hypotesis ) ( Usman, 2008 ). Beberapa pengertian hipotesis lainnya